SSD untuk Server

Tentang SSD di Server. Solid State Disk (SSD) akhir-akhir ini makin menjadi alternatif HDD (hard disk drive) yang menarik. Performa yang sangat tinggi, berbagai masalahnya sudah dibereskan oleh para vendor, harganya makin murah, dukungan dari OS (operating system) makin baik, hemat listrik, bebas getaran (bisa dipasang dalam jumlah sangat banyak), dst. Namun, perkembangannya yang terlalu pesat & perbedaannya yang sangat fundamental (dibanding HDD) seringkali membuat bingung.

Terlampir adalah berbagai pertanyaan seputar SSD, berikut jawabannya. Semoga bermanfaat.

—————
Q: Buat apa pakai SSD ? Kan ada drive HDD tipe SAS kelas Enterprise 15K RPM ? Speednya sampai 300 MB/s lho !

A: HDD dikira cepat karena biasanya diukur dengan metode ?#?Sequential?read/write. Yaitu proses baca/tulis yang berurutan. Dan ini memang bisa cepat sekali jadinya. Di Linux biasanya menggunakan tool bernama dd.

Namun, beban kerja di server jarang sekali yang Sequential. Mayoritas adalah Random / acak.

Nah, untuk beban kerja acak ini, performa HDD sangat rendah, karena sifatnya yang mekanik. Sehingga butuh waktu (seek time) untuk menuju ke lokasi baca/tulis berikutnya. SSD, karena sifatnya yang murni elektronik seperti RAM, sangat cepat disini.

Kecepatan proses operasi baca/tulis dikenal dengan istilah IOPS (Input Output Per Second). HDD paling cepat bisa mencapai sekitar 200 IOPS :https://en.wikipedia.org/wiki/IOPS#Mechanical_hard_drives

Continue reading