Month: February 2011

Berlarilah lebih cepat!

setiap kali saat fajar menyingsing,

seekor rusa terjaga

ia tahu hari ini ia harus lari lebih cepat

dari seekor singa yang tercepat.

jika tidak ia akan terbunuh.

setiap kali fajar menyingsing,

seekor singa terbangun dari tidurnya.

ia tahu hari ini ia harus mampu

mengejar rusa yang paling lambat.

jika tidak, ia akan mati kelaparan.

Tak masalah apakah kau seekor rusa,

atau seekor Singa.

Karena setiap fajar menyingsing,

sebaiknya engkau mulai berlari!

(puisi tradisional rimba afrika)

Verifikasi PayPal tanpa Kartu Kredit

Berhubung simpang siur berita mengenai verifikasi paypal bagi yang tak punya kartu kredit, kini tak perlu khawatir lagi, setelah dulu verifikasi melalui bank dihentikan, kini telah dibuka lagi verifikasi melalui bank lokal. caranya sangat mudah yaitu masuk ke Overview Account anda, lalu lihat di menu footer (bagian bawah) ada Contact Us, klik saja, kirim email ke mas/ mbaknya paypal tentang keluhan untuk verifikasi tanpa kartu kredit (dengan bahasa inggris tentunya), mereka akan dengan senang hati membalas email anda dan akan menuntun anda cara melakukan verifikasi. berikut langkah-langkah yang saya lakukan untuk verifikasi paypal atas panduan paypal:

  • klik menu profile > add/edit bank account. masukkan informasi mengenai rekening anda, dan juga anda diminta memasukkan kode bank, klik saja , ada daftar kode bank nya lengkap kok 😉 , (yang saya heran, bank bpd juga terdaftar di paypal :D, kirain cuma bank-bank besar nasional).
  • selanjutnya scan buku tabungan anda bagian depan/identitas dan scan KTP anda. dalam format JPG, lalu kirimkan ke manualverify@paypal.com dengan menggunakan email paypal anda
  • tunggu balasan dari paypal, verifikasi manual kira-kira memakan waktu 24 jam atau paling lama 72 jam setelah mendapat balasan dari paypal bahwa paypal akan memverifikasi akun anda.

Cukup Mudah dan Legal, daripada pake VCC, pada kena limit. hehehe 😀

selamat mencoba, semoga sukses!

Teori Dorothy Law

Tadi sore waktu makan di hek saya melihat ada ibu membawa anaknya makan disitu, dia membentak-bentak anaknya, semua kelakuan anaknya dimarahi. kemudian yang punya hek tersenyum tragis , dan si ibu bilang “aku ki galak karo anakku lho mbak” kemudian ada bapak-bapak menyahut “anakku tak ulati tok we wedi wis an”. wah rupanya orang-orang tua tersebut bangga kalo anaknya takut sama orang tua, tragis sekali, bagaimana anak bisa curhat tentang masalah-masalahnya kalo dengan orang tuanya sendiri takut, bagaimana dia meminta solusi atau bimbingan? akhirnya nanti si anak akan mencari teman curhat lain, iya kalo orang yang dicurhati bener, kalo ga? kalo temenya ngasih solusi yang salah? untuk para calon orang tua coba bacalah ini:

Jika anak dibesarkan dengan celaan, Ia belajar memaki
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, Ia belajar berkelahi
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia belajar rendah diri
Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, Ia belajar menyesali diri
Jika anak dibesarkan dengan toleransi, Ia belajar menahan diri
Jika anak dibesarkan dengan dorongan, Ia belajar percaya diri
Jika anak dibesarkan dengan pujian, Ia belajar menghargai
Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baik perlakuan, Ia belajar berlaku adil
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, Ia belajar menaruh kepercayaan
Jika anak dibesarkan dengan dukungan, Ia belajar menyenangi dirinya
Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, Ia belajar menentukan cinta dalam kehidupan

modal untuk membesarkan anak kelak. 🙂
diambil dari catatan bpk. Nanung Nur Zula