Teori Dorothy Law

Tadi sore waktu makan di hek saya melihat ada ibu membawa anaknya makan disitu, dia membentak-bentak anaknya, semua kelakuan anaknya dimarahi. kemudian yang punya hek tersenyum tragis , dan si ibu bilang “aku ki galak karo anakku lho mbak” kemudian ada bapak-bapak menyahut “anakku tak ulati tok we wedi wis an”. wah rupanya orang-orang tua tersebut bangga kalo anaknya takut sama orang tua, tragis sekali, bagaimana anak bisa curhat tentang masalah-masalahnya kalo dengan orang tuanya sendiri takut, bagaimana dia meminta solusi atau bimbingan? akhirnya nanti si anak akan mencari teman curhat lain, iya kalo orang yang dicurhati bener, kalo ga? kalo temenya ngasih solusi yang salah? untuk para calon orang tua coba bacalah ini:

Jika anak dibesarkan dengan celaan, Ia belajar memaki
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, Ia belajar berkelahi
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia belajar rendah diri
Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, Ia belajar menyesali diri
Jika anak dibesarkan dengan toleransi, Ia belajar menahan diri
Jika anak dibesarkan dengan dorongan, Ia belajar percaya diri
Jika anak dibesarkan dengan pujian, Ia belajar menghargai
Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baik perlakuan, Ia belajar berlaku adil
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, Ia belajar menaruh kepercayaan
Jika anak dibesarkan dengan dukungan, Ia belajar menyenangi dirinya
Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, Ia belajar menentukan cinta dalam kehidupan

modal untuk membesarkan anak kelak. :)
diambil dari catatan bpk. Nanung Nur Zula

2 thoughts on “Teori Dorothy Law

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge