Opini Pribadi tentang pemblokiran situs porno di internet

kupingku ikut panas ketika orang-orang sibuk mencaci pak Tifatul Sembiring si Menkominfo kita tentang pemblokiran situs porno, saya ga mbela pak tif atau siapapun (bukan simpatisan partai). kok suara teriakan orang-orang menentang pemblokiran situs porno keras banget? ini opini pribadi, saya rasa pemblokiran situs porno itu memang perlu dilakukan, saya lihat orang-orang yang berteriak menentang itu kok kayak anak-anak gitu ya? mereka tidak memposisikan dirinya sebagai orang tua, mereka masih memposisikan diri mereka sebagai penikmat konten porno tidak sebagai orang tua, coba sekali-kali mikir kalo kita nanti punya anak apakah juga rela nanti anak-anak kita ngakses situs porno? sembunyi-sembunyi tanpa kita ketahui nanti tau-tau anak kita melakukan hubungan sex diluar nikah dan akhirnya bla…bla.. bla.. atau bahkan jika jadi orang tua nantinya akan membiarkan anaknya seperti itu karena sadar kalo kita juga pernah gitu?

ya memang sulit sih menyaring jutaan situs dan mengkambing hitamkan teknis, tapi daripada tidak ada tindakan sama sekali. saya rasa langkah yang dilakukan pak tif cukup berani dan bagus. dan satu lagi yang saya sayangkan dari pemberitaan-pemberitaan terutama di detiknet, beritanya kok langsung nyerang dan menjudge gitu ya.. kok rasanya nulis berita dengan emosi dan benci pada menkominfo kita, benci tanpa landasan cuma kebawa arus masa. Bukan cuma tentang pemblokiran situs porno, tapi juga semua yang menyangkut kominfo -> BBM, ID-SRTII, dll

sekali lagi saya bukan simpatisan partai manapun, tidak membela siapapun,

ini hanya pendapat/opini pribadi, jika beda pendapat marilah untuk saling menghormati pendapat orang :)

8 thoughts on “Opini Pribadi tentang pemblokiran situs porno di internet

  1. wah kebetulan 😀 saya jg bukan simpatisan, tapi jujur saya dulu nyoblos PKS (kalo ada PKI mungkin itu yg bakal saya coblos) :p Ok, saya setuju banget kalo pornografi di tekan (atau bahkan dihapuskan) tapi tentunya setiap orang punya sudut pandang dan cara pandang masing-masing dalam menyikapi suatu masalah dan juga memposisikan diri.

    Mungkin dalam hal ini bro Faisal memposisikan diri sebagai orang tua, itu sah-sah saja dan saya pikir sudut pandang anda sudah menunjukan tingkat kedewasaan anda. Nah, sayangnya dalam masalah ini saya memposisikan diri sebagai konsumen yang tidak lain adalah pelanggan layanan internet. Setiap konsumen layanan internet tentunya berkewajiban membayar biaya tagihan internet dan disatu sisi tentunya juga berhak untuk menikmati layanan internet, iya kan? Kata “berhak” dalam kalimat sebelumnya kalau boleh saya tambahkan sebagai “Hak Asasi” dan hak asasi tersebut berlaku selama yang bersangkutan tidak melanggar hak asasi orang lain.

    Itu dari segi berhak atau tidak berhaknya, sekarang kalau kita liat dari segi teknisnya bisa banyak lagi kerugian yg dialami oleh konsumen seperti saya yg hampir setiap browsing selalu berhadapan dengan halaman NAWALA PROJECT. Itu sangat merugikan saya dan menghambat produktivitas, yg tadinya bisa dengan sekali action tapi karena di block maka harus dua sampai tiga kali action untuk melakukan hal yg harusnya bisa dengan satu kali action. Nah, bicara produktivitas tentunya juga harus bicara dengan waktu, uang dan psikologis. kalau sudah bicara masalah waktu, uang dan pendapatan tentunya kita juga bicara keluarga kan?

    Kalau menurut hemat saya, masalah mendidik moral anak jangan diserahkan ke negara, tapi itu tanggung jawab orang tuanya masing-masing dan juga hak asasi seorang anak untuk mendapatkan tanggung jawab dari kedua orang tuanya. Jadi menurut saya, pendapat saudara yg menhubung-hubungkan masalah kebijakan blokir situs porno dengan moral anak tidaklah relevan, gak masuk.

    Ok lah, itu cuma opini saya saja dan juga belum tentu ada benernya sama sekali. Apalah saya yg cuma seorang programmer dan dari dulu sekali terkenal dengan julukan “Programmer Berwatak Germo” dan “Programmer Cabul” tapi syukur alhamdulillah sampai sekarang cuma istri saya saja yg saya hamili :p 😀 :))

    Salam ^_^

    Numpang backlink:
    http://www.wahyuprimadi.co.cc
    http://www.wahyuprimadi.co.cc
    http://www.wahyuprimadi.co.cc
    http://www.wahyuprimadi.co.cc
    http://www.wahyuprimadi.co.cc

    • iya sih pak, memang banyak kendala untuk memblokir situs porno. kadang pake salah blokir.
      hiks, orang tua saya gaptek, jadi tak bisa mengawasi anaknya

      makasih sudah koment ^^

  2. dear All
    wah.. lengkap sudah mas wahyu yang mengomentari dengan oponin yang betgtw detik
    ane ndak paham soal psk ups.. pks… hehhee
    kalau selama ini nawala project berlaku bagi orang awam sih hemat ane…
    bagi ane pembatasan semacam itu adalh pandang 2 sisi pola pikir yang berbeda.
    itu dia kenapa ane bilang nawala project berlaku bagi orang awam, umumnya pengakses situs porno dan hal2 berbau semacam itu adalah orang2 yang baru mengenal dunia maya..please chek it out me opini : http://www.portme.net/2009/08/dampak-negatif-internet-oleh-para.html
    yah intinya hemat ane pribadi nalawa project itu ada diri kita masing2,,, sejauh mana niat seseorang untuk bener2 serius mw belajar memafaatkan ribuan maamfaat dari internet.
    regards
    abdullah AM

  3. soalnya anak-anak itu sukanya sembunyi-sembunyi kalo buka situs porno (haha, pengalaman) entah di warnet, dulu pernah ada anak kecil onani di warnet bareng2 ma temene. hahaha, padahal warnet e terbuka banget.

    • pemblokiran personal ya sulit, satu-satunya jalan ya pukul rata, smua dr isp diblokir.
      solusinya mungkin parental contol, eh control. tapi masih banyak yang gaptek. yasudahlah… berikan masukan pada pemerintah yang baik, ga usah triak-triak. bicara yang halus. kalo ga didengerin baru triak-triak 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge